Minggu, 05 Juni 2011

Naluri

Naluri adalah suatu pola perilaku dan reaksi terhadap suatu rangsangan tertentu yang tidak dipelajari tapi telah ada sejak kelahiran suatu makhluk hidup dan diperoleh secara turun-temurun (filogenetik) atau suatu reaksi tetap yang melekat sedimikian rupa dalam diri organisme. Seperti hari mulai gelap, maka supaya ruangan terang kita akan mencari dan menekan tombol lampu. Tikus yang melihat bayangan besar seperti manusia, maka dia akan berhati-hati saat melangkah dan cepat-cepat berlari ke tempat yang lebih aman. Saat kita dikejar anjing, lalu kita berlari jauh lebih kencang dari biasanya. itulah naluri, tidak pasti, langsung(spontan), serta tidak perlu latihan sama sekali.

Contoh sederhana mengenai naluri tersebut di atas. Dari penelitian beberapa orang mengenai sifat naluri tersebut yang terasa langsung dan sederhana, maka ada 3 pengelompokan mengenai naluri, yaitu:
  1. Naluri beragama (gharizatu tadayyun), Naluri Keagamaan akan memacu kita untuk belajar mencari kebenaran, sumbernya, dan mempelajari hal-hal lainnya. Sesaat kita tahu bahwa kita makhluk, maka Tuhanlah yang menciptakan. Kita akan merasa menjadi sosok yang lebih kecil, dan Allah Maha Besar. Ini yang disebut Naluri Keagamaan. Naluri Keagamaan ini akan membawa kita dalam pencarian yang benar terhadap siapa diri kita dan siapa yang menciptakan kita. Setiap orang bahkan yang tidak memiliki agama pasti memiliki naluri keagamaan.
  2. Naluri mempertahankan diri (gharizatu baqa’), Seperti saat kita dikejar anjing lalu berlari jauh lebih kencang dari biasanya. Inilah yang disebut Naluri Mempertahankan Diri.
  3. Naluri melestarikan jenisnya (gharizatu nau’), Saat kita berkeluarga, ingin sekali rasanya punya keturunan, untuk meneruskan bisnis bagi pengusaha, memperbaiki kesulitan bagi yang mengalami kesulitan, dan sebagainya
Walaupun ketiga kelompok naluri itu bukanlah hal yang tetap, setidaknya akan membantu kita untuk tahu mengenai naluri. Dengan sedikit tulisan mengenai Naluri ini, kita akan mulai bisa membedakan antara keputusan Naluri dan keputusan hasil belajar.

Bagaimanapun caranya, mengetahui tentang naluri itu cukup penting, karena naluri akan memacu kita untuk belajar, berpikir, dan memahami hal lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar