Contoh sederhana mengenai naluri tersebut di atas. Dari penelitian beberapa orang mengenai sifat naluri tersebut yang terasa langsung dan sederhana, maka ada 3 pengelompokan mengenai naluri, yaitu:
- Naluri beragama (gharizatu tadayyun), Naluri Keagamaan akan memacu kita untuk belajar mencari kebenaran, sumbernya, dan mempelajari hal-hal lainnya. Sesaat kita tahu bahwa kita makhluk, maka Tuhanlah yang menciptakan. Kita akan merasa menjadi sosok yang lebih kecil, dan Allah Maha Besar. Ini yang disebut Naluri Keagamaan. Naluri Keagamaan ini akan membawa kita dalam pencarian yang benar terhadap siapa diri kita dan siapa yang menciptakan kita. Setiap orang bahkan yang tidak memiliki agama pasti memiliki naluri keagamaan.
- Naluri mempertahankan diri (gharizatu baqa’), Seperti saat kita dikejar anjing lalu berlari jauh lebih kencang dari biasanya. Inilah yang disebut Naluri Mempertahankan Diri.
- Naluri melestarikan jenisnya (gharizatu nau’), Saat kita berkeluarga, ingin sekali rasanya punya keturunan, untuk meneruskan bisnis bagi pengusaha, memperbaiki kesulitan bagi yang mengalami kesulitan, dan sebagainya
Bagaimanapun caranya, mengetahui tentang naluri itu cukup penting, karena naluri akan memacu kita untuk belajar, berpikir, dan memahami hal lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar