Saya menemukan buku tua yang sudah lama hilang di rak buku. Buku kecil karya Edward De Bono. Buku itu kini sudah hilang di pasaran Indonesia. Maklum, buku-buku Edward De Bono itu tidak pernah ada di perkuliahan, karena kurikulum di Indonesia lebih fokus untuk siap pakai di dunia perkerjaan.
Berpikir Praktis
"Mengapa dalam suatu pertengkaran, kedua belah pihak selalu merasa benar? Mengapa pula walau tak seorang pun pernah berniat melakukan kesalahan, namun kesalahan secara terus-menerus telah diperbuat sepanjang masa?"
Seperti itulah Prawacana dalam buku kecil karya Edward De Bono. Dalam buku ini, kita diarahkan untuk bisa berpikir praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan arahan yang disampaikan Edward De Bono, kita akan mendapatkan banyak cara untuk Berpikir Praktis dalam kehidupan sehari-hari. Selintas, Berpikir sehari-hari tidaklah terlalu penting, padahal dari pemikiran yang tidak efektif, akan menghasilkan kesalahan yang cukup fatal.
Berpikir sehari-hari merupakan pengisi waktu pada saat Anda tidak tidur atau mati, sebagaimana halnya Anda hanya menaruh perhatian kepada mesin mobil pada waktu mobil tersebut tidak berjalan mulus, demikian pulalah Anda baru sadar bahwa Anda baru berpikir saat mobil tidak berjalan mulus.
Bagaimana menemukan cara yang mudah untuk mendidik anak, bagaimana membuka tutup botol saat pembuka tutup botol hilang, dan banyak lagi pemikiran kita sehari-hari yang bahkan lebih kompleks.
Dalam buku ini, disampaikan 4 cara untuk benar, 5 cara untuk salah, dan 5 cara untuk memahami. Sayang sekali, dunia Pendidikan kurang membantu dalam soal Berpikir Praktis. Di Blog ini akan saya ungkapkan beberapa hal yang ada dalam buku ini, supaya Anda mulai memahami perlunya berpikir praktis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar